Seni Mimikri dalam Tragedi Politik 1965
Main Article Content
Abstract
Tulisan ini bermaksud untuk mengkaji ulang mengenai tragedi politik 1965 melalui pendekatan lintas ilmu dan budaya. Pintu masuknya adalah melalui musik, khususnya lagu berjudul “Mari Bersukaria” yang pernah menjadi populer pada tahun 1965-an. Dengan lagu itu, ditemukan bahwa tragedi politik yang mengorbankan nyawa dan menciptakan trauma berkepanjangan itu bagikan sebuah film. Itu artinya, segala bentuk kekerasan dalam tragedi politik itu adalah sebuah tiruan (mimikri) yang sifat keji dan kejamnya hanya sebatas tontonan yang mengibur semata.
Article Details
References
Anderson, Benedict. “Impunity and Reenactment: Reflections on the 1965 Massacre in Indonesia and its Legacy”. The Asia-Pacific Journal Vol. 11, Issue 15, No. 4, April 15, 2013.
Anderson, Benedict. Di Bawah Tiga Bendera. Anarkisme Global dan Imajinasi Antikolonial Tangerang: Marjin Kiri, 2015.
Anderson, Benedict. Imagined Communities. Komunitas-komunitas Terbayang. Yogkarta: Insist & Pustaka Pelajar. 2001
Anderson, Benedict. Kuasa-Kata. Jelajah Budaya-budaya Politik di Indonesia. Yogyakarta: Bentang, 2000.
Anderson, Benedict. Mitologi dan Toleransi Orang Jawa. Yogyakarta: Qalam, 2000.
Benjamin, Walter. Illuminations. Essay and Reflections. New York: Shocken Books Inc, 1968.
Geertz, Hildred. Keluarga Jawa. Jakarta: Grafiti Press, 1983
Melvin, Jess. The Army and The Indonesian Genocide - Mechanics of Mass Murder. London: Routledge, 2018
Rochijat, Pipit. "Am I PKI or non-PKI" dalam Indonesia 40, October, 1985.
Shiraishi, Saya. Pahlawan-pahlawan Belia. Keluarga Indonesia dalam Politik. Jakarta: Nalar, 2001.
Shiraishi, Takashi. Zaman Bergerak. Radikalisme Rakyat di Jawa 1912-1926. Tangerang: Marjin Kiri, 2023.