https://sandaoni.iakn-toraja.ac.id/index.php/home/issue/feedSandaoni2024-02-13T08:16:39+00:00Zefanya Sambirazefanyasambira@gmail.comOpen Journal Systems<p><em><strong>Sandaoni </strong></em>merupakan istilah yang berasal dari bahasa Toraja <em>sanda (banyak) Oni (bunyi) </em>sehingga Sandaoni dapat diartikan sebagai<em> "bunyi yang beragam". </em>Dalam artian tersebut, Jurnal Sandaoni dimaknai menjadi wadah dari beragam penelitian yang terkait dengan kajian musik.</p> <p><strong><img class="img-responsive" src="https://sandaoni.iakn-toraja.ac.id/public/site/images/admin_sandaoni/ss.jpg" alt="" width="1404" height="1986" /></strong></p>https://sandaoni.iakn-toraja.ac.id/index.php/home/article/view/8Kajian Melodi Dondi’ Dalam Ritual Rambu Solo’ di Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja2024-02-08T18:41:23+00:00Julian Saputraadmadiballoaradase777@gmail.com<p>Tulisan ini merupakan suatu upaya untuk “Mengkaji Melodi <em>Dondi’ </em>Dalam Ritual <em>Rambu Solo’</em> di Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja”. Dalam upaya tersebut, penulis menggunakan teori Etnomusikolog, Musik, dan teori kebudayaan. Adapun jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan disiplin Ilmu Etnomusiklogi yang data-datanya diperoleh melalui studi pustaka, observasi dan wawancara, dan proses kerja yang mencakup dua hal yakni kerja lapangan dan kerja laboratorium. Setelah berupaya semaksimal mungkin melakukan penelitian dan menganalisis hasil penelitian, akhirnya penulis sampai pada kesimpulan bahwa jenis melodi <em>Dondi’</em> sangat beragam dan tak terhitung banyaknya. Tetapi dari keberagaman tersebut terdapat beberapa jenis melodi yang paling populer atau sering digunakan masyarakat Kecamatan Bittuang khususnya Lembang Pali, yakni <em>Pa’rumente </em>atau <em>Marimente, Pa’undille, Pa’indo Kondo, Pebukka’ kattoro’</em><em>,</em><em> Pa’sailo’</em><em>, </em><em>Pa’randan bela’, Pa’rajal lolo’, Pa’sakkodo’, Pa’rajal konde’, Letten lemo</em><em>, </em><em>Londong Baenan,</em> <em>Pa’sammane’</em><em> Dondi’ Dannari, Dondi’, Dondi’ Lalan</em>,<em> Pa’da’o,</em> <em>Pa’datanggo’</em><em>, </em>dan <em>Dondi’ Pia’-pia’</em>.</p> <p> </p> <p><em>This article is an attempt to "Examine the Dondi Melody in the Rambu Solo Ritual in Bittuang District, Tana Toraja Regency". In this effort, the author uses the theories of ethnomusicologists, music and cultural theory. The type of research method used in this research is a qualitative research method with an Ethnomusicology disciplinary approach whose data is obtained through literature study, observation and interviews, and a work process that includes two things, namely field work and laboratory work. After making every effort possible to conduct research and analyze the research results, the author finally came to the conclusion that the types of Dondi' melodies are very diverse and countless. However, from this diversity there are several types of melodies that are most popular or frequently used by the people of Bittuang District, especially Lembang Pali, namely Pa'rumente or Marimente, Pa'undille, Pa'indo Kondo, Pebukka' kattoro', Pa'sailo', Pa'randan Bela', Pa'rajal lolo', Pa'sakkodo', Pa'rajal konde', Letten lemo, Londong Baenan, Pa'sammane' Dondi' Dannari, Dondi', Dondi' Lalan</em><em>, </em><em>Pa'da'o, Pa' Datanggo',</em> <em>and Dondi' Pia'-pia'.</em></p>2023-12-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2023 Sandaonihttps://sandaoni.iakn-toraja.ac.id/index.php/home/article/view/10Kajian Liturgi Kontekstual Penggunaan Pompang Dalam Ibadah Di Gereja Toraja Jemaat Eben-Haezer Benteng Pampang Sangalla’2024-02-13T08:16:39+00:00Rikardus Boliricardusboli3@gmail.com<div><span lang="EN-US">Penelitian ini berangkat dari masalah pertemuan antara injil dan kebudayaan yang dalam pertemuan tersebut terdapat nilai-nilai kekristenan terutama dalam hal liturgi dan budaya secara khusus pada Gereja Toraja Jemaat Eben-Haezer Benteng Pampang yang menggunakan alat musik Pompang dalam ibadah hari minggu. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk </span>mengetahui makna penggunaan alat musik Pompang dalam ibadah sebagai</div> <div><span lang="EN-US"> suatu bentuk </span>liturgi kontekstual.</div> <div><span lang="EN-US"> Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan kepustakaan. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Setelah melakukan, observasi dan wawancara, maka hasil penelitian menunjukkan bahwa makna penggunaan pompang dalam ibadah merupakan bentuk jemaat merayakan imannya dalam konteks kebudayaan Toraja atas keselamatan yang telah dianugerahkan oleh Allah di dalam Yesus Kristus. Penggunaan Musik pompang merupakan sebuah upaya yang dilakukan oleh jemaat Eben-Haezer Benteng Pampang sebagai salah satu bentuk upaya dalam berkontekstualisasi secara khusus dalam hal liturgi sehingga jemaat merasa ibadah adalah milik mereka. </span></div>2023-12-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2023 Sandaoni